Chat with Zara

Semua tulisan di blog ini adalah milik Zara Zettira ZR, dilarang menggandakan tanpa seizin penulis. Untuk isi iklan dan widget yang digunakan dalam blog bukan merupakan tanggung jawab penulis.
Ketik nama di kolom join chat, kalau jodoh ya bisa ketemu dengan Mbak Zara. Kalau belum ketemu tidak apa-apa, tunggu jadwal chat online bareng nanti ya.

Minggu, 28 Juni 2009

Menulis ala Zara

Catatan ini maunya menjawab pertanyaan dan permintaan banyak teman-teman di Facebook yang mengenal Zara sebagai penulis. Juga yang menanyakan kiat-kiat serta ingin belajar dari Zara. Trimakasih ya...atas semua itu. Zara tersanjung kalo dianggap penulis senior karna secara umur yang udah 40 tahun memang bisa dikategorikan 'senior' alias manula hi..hi..

Agar semua tahu, kalau sejak kecil Zara tidak pernah bercita-cita jadi penulis. Orang tua juga tidak berangan-angan anaknya jadi penulis. Karena penulis kan identik dengan seniman. Dari jaman dulu bahkan sampai sekarang, mungkin sulit membayangkan menulis itu sebagai pekerjaan tetap sumber nafkah. CIta-cita Zara sejak umur 9 , jaman masih main boneka dan masak2an, hanya ingin punya anak. Punya anak yang bisa diurusin, diajak main dan juga membutuhkan Zara. Semua orang butuh rasa "dibutuhkan". Setelah agak gedean Zara baru sadar kalau tuk punya anak artinyab harus menikah hi..hi.. Jadi sejak kecil untuk kompensasi sbelum bisa punya anak Zara pelihara sahabat berkaki empat (kucing dan anjing) menyalurkan naluri 'ngemong' itu.

Kalau akhirnya Zara jadi penulis sungguh itu secara kebetulan saja. Hampir semua teman yang Zara kenal, punya catatan harian. Zara juga. Bedanya, catatan harian temen-temen sehari satu lembar, catatan Zara sehari bisa 10 lembar saking detailnya diary itu. Dan daya ingat Zara juga katanya sangat luar biasa. Bisa jadi karena IQ yang waktu SD diukur angkanya 159 bisa jadi juga karena memang bawaan watak Zara yang kalau melihat sesuatu/peristiwa itu sangat detail. Banyak dan sering hal-hal yang orang lain tidak menangkapnya dari suatu kejadian, Zara malah hafal sampai ke detail-detailnya. Sampai sering Zara di olok-olok "tukang nyimpen useless memory". Karna menurut sebagian teman, apa yang Zara rekam dan perhatikan itu nda penting. Tapi itulah Zara. Kan tiap manusia beda-beda ya.

Pertama menulis di majalah Bimba kelas 4 SD. Ada rubrik pengalamanku. Isi tulisan ya sperti diary. Dimuat, dapet hadiah tas dan kotak pinsil. Senengnya setengah mati. Tapi tetep belum ada rasa ingin jadi penulis. Sampai kemudian membaca cerpen di majalah Anita Cemerlang kelas 5 dan 6 SD. Majalah Anita pertama yang Zara baca kbetulan ada lomba cipta cerpen nya. Setelah membaca beberapa cerpen (untuk pertama kali baca Anita) Zara merasa bisa nulis cerpen juga. Bedanya cerpen sama diary hanya di dialog. Lalu sejak itu diary2 Zarapun lengkap dengan dialog otentik he..he.. Dan salah satunya Zara kirim ikut lomba dan menang. Sampai Mbak Emmy dari Majalah Anita datang kerumah skedar memastikan kalau betul cerpen itu dibuat oleh anak kels 6 SD. Setelah menangpun blum ada rasa ingin jadi penulis. Tapi mbak mbak dan mas mas di Anita sering menghubungi memberi semangat dan meminta karya-karya ceropen Zara lainnya.

Tahun 1985 Zara malah ikut lomba Putri Remaja Indonesia dan cover-cover majalah :) Itupun karna ajakan temen yang hoby motret. Jadi yang semangat malah tukang potretnya. ALhamdulilah menang terus sampe Putri Kampus tahun 1989, none Jakarte Puisat favort 1988 dan beberapa lagi. Dari semua ajang lomba-lomba itu Zara mengenal banyak penulis dan wartawan. Yang paling berkesan adalah Mbak Dewi Dewo dari Gadis dan Mas Bens Leo. Zara besar dalam lingkungan Femina-Gadis. Waktu libur sekolah Zara diajak magang jadi wartawan dan penulis free lance. Di situ baru Zara merasa menemukan ENJOYMENT sebagai penulis. Bahwa Zara benar benar menikmatinya. Dan, bahwa jadi penulis itu bukan skedar seniman tapi bisa dijadikan pekerjaan/nafkah. Dengan keyakinan itu juga Zara meyakinkan orang tua. Sembari meneruskan kuliah di Psikologi UI (dapet sipenmaru soalnya, sayang kan? LOL) Zara magang di majalah, jadi wartawan, jadi copy writer di beberapa advertising advertising Jakarta. Jadi pagi kuliah, siang ngantor, malam nulis.

Tidak ada beban sama sekali. Nyaris juga nda ada hambatan saat Zara menjalankan semua itu. Karena mengerjakannya dengan ENJOY. Menikmati. Senang hati. Tidak ada kata "deadline' yg bikin stress. Walau deadline itu ada, dikamus Zara nda ada. Karena begitu mulai nulis memang maunya ngelarin ampai tuntas. Jauh sbelum deadlinepun sudah selesai :) I really love writing because I love to read. I rad everything mulai koran, majalah, buku sampai wajah orang dan peristiwa:) Semua yang kelihatan oleh mata itu bisa DIBACA jadi bukan hanya buku saja :) Menulis membuat hidup Zara jadi BERARTI, itu yang terpenting. Efeknya mirip orang meditasi. Yang fokus dalam melakukannya dan terasa HAPPY LUAR BIASA setelah selesai.

Tidak ada beban karena Zara jarang punya target. Barangkali aneh kedengarannya. Tapi biaanya kalau ada waktu Zara duduk dan nulis. Kadang note pendek sperti di facebook ini. Kadang diary yang bisa 10 halaman. Kadang cuplikan cerita/periwtiwa yang berkesan. Kadang panjang sperti novel sampai ratusan halaman :) Tergantung mood. Dan semua hanya Zara simpan. Kalau kebertulan ada yang meminta naskah Zara, dan kebetulan Zara ada naskah yang tepat...Zara berikan. Beberapa teman penerbit di Facebook bisa jadi saksinya :) Karena itu buku Zara tidak hanya diterbikan oleh SATU PENERBIT tapi oleh banyak penerbit yang berbeda beda. Siapa saja yang datang kalau memang Zara ada naskah akan Zara sambut (insyallah).

Kembali ke soal belajar nulis dari Zara... aduhhh ibaratnya, mana bisa kita mengajar kalau kita nda pernah belajar :):) Bukan mencari alasan untuk tidak berbagi, tapi jujur Zara nda PD untuk ngajar atau kasi kiat2 soal menulis karna Zara sendiri nda ada kiat sama sekali. Ya nulis aja...sperti si Mbok yang tiap hari belanja ke pasar tanpa catatan belanjaan. Nalurinya aja yang menentukan apakah akan masak sayur asem atau sop buntut hari itu. Kalau ada seikat bayam kelihatan segar, maka si Mbok akan membuat sayur bening bayem. Kalau ada ikan yang juga kelihatan masih segar, si mbok akan menyajikan ikan balado buat Zara :):)

Hanya satu pesan Zara - berdasarkan apa yang Zara alami - KNOW what you like. Tanpa rasa 'enjoy' nda ada satu pekerjaanpun yang menyenangkan. Malah akan menjadi stress. Kan banyak ibu-ibu yang stress kena syndrom baby blues segala setelah punya anak. That did not happen to me. Karna Zara tau sejak dini...bahwa punya anak adalah sesuatu yang Zara nikmati (sudah latihan sama hewan2 peliharaan hi..hi..jadi udah mantep kuat mental) Kalau sudah tau what you like, baru bisa membuat tujuan what you Want. Dan insyallah jalan ke tujuan itu terasa lapang tanpa beban. Dalam hal menulis, misalnya, tak ada target atau rasa kesal saat tulisan ditolak media, atau stress kala deadline. Those should not happen if you enjoy doing things. Sepertik anak Zara yang hobby berenang... biar hujan lebat, biar kelelep di kolam berkali-kali... tetep aja dia berenang. Because he really ENJOY it.

Mudah-mudahan sedikit banyak catatan ini membantu temen temen semua mengenali dirinya masing-masing lagi. Pernah ada satu teman lama yang kekeh sumekeh mau jadi penulis. Tapi akhirnya setelah marah-marah sama Zara (karena Zara nda bisa ngajarin/bim,bing dia gitu...:))) dia muncul lagi dan bilang : "Trimakasih kamu udah nyadarin saya. Bahwa sebenernya saya ingin nulis karna pingin ngetop kaya kamu doang. Padahal saya ngga enjoy. Dan skarang saya udah menemukan apa yang bener-bener saya enjoy...saya nikmati"

Teman saya itu sekarang sudah jadi PEJABAT di kepolisian dengan posisi yang lumayan bagus :) Bayangkan kalau dia nda mau memikirkan ulang keinginan/cita-citanya jadi penulis. Betapa sia-sia rahmat dan takdir yang sudah diatur Tuhan untuk teman saya itu.

Disudahi dulu ya... karna mau buat lemari buat anakku :) Yes..I enjoy it. Making something out of nothing :):)

Namaste,
Zara


9 komentar:

  1. yang mau daftar ONLINE CHAT bareng ZARA post disini dan join news letter ya... tempat terbatas. FEMI makasih yaaaa
    Salam, Zara Zettira ZR

    BalasHapus
  2. nderek bingah, blogg nya sudah launching....:)
    saya juga mau ikutan daftar online chatt ya mbak...:)

    BalasHapus
  3. iya Yayuk monggo... aku jg lg belajar ni cara2 nge blog:):) biasane hanya facebookan soalnya :):)

    BalasHapus
  4. Zara,
    thanks utk note ini. Buat aku berguna banget. Aku suka menulis dan berusaha tetap menulis, tp kdg kalo ada deadline, suka stress jg hehe... So, banyak input berguna yang aku dapetin di sini. Walaupun kayaknya santai dan gak menggurui, tp bisa buat pembelajaran juga.
    Trims sudah berbagi...:)

    salam!

    BalasHapus
  5. Makasi juga Fonny udah mau baca. Mudah2an waktu yang aku luangkan untuk teman2 penulis (terutama yang masih muda-muda) ada gunanya. Walau sedikit. Kadang melalui sharing lebih meresap daripada teoritis ya? namanya juga penulis itu kan seniman nda suka di guruin dong :)

    BalasHapus
  6. Mba Zara, salam kenal, aku angel li. Suka nulis2 juga, tapi masih harus belajar banyak lagi...hehehe... Semoga bisa belajar banyak juga dari Mba Zara... Mohon petunjuknya yaa... Thx!

    BalasHapus
  7. Angel kamu yg di FB fotoan sama suaminya kan pake kaca mata item ya?:) Salam kenal ya. Aduh kok mohon petunjuk emangnya Petunjuk Bapak Presiden hi..hi.. Kita share aja ya kan sama-2 temen statusnya

    BalasHapus
  8. Aku sangat bersyukur bisa tukar informasi dengan mba zara...apalagi kl bs jd penulis seperti mba...mau nanya nich..Novel Kebaya wungu dah beredar di pasar blum?...Ari Paputungan

    BalasHapus
  9. ARI insyallah July terbit ya...skarang sudah naik cetak. Nanti aku hallo2 di BLOG kalo ada acara temu pembaca/launchingnya ya

    BalasHapus

Untuk komentar yang menggunakan id Anonymous harap cantumkan nama.

Custom Search

ShareThis