Chat with Zara

Semua tulisan di blog ini adalah milik Zara Zettira ZR, dilarang menggandakan tanpa seizin penulis. Untuk isi iklan dan widget yang digunakan dalam blog bukan merupakan tanggung jawab penulis.
Ketik nama di kolom join chat, kalau jodoh ya bisa ketemu dengan Mbak Zara. Kalau belum ketemu tidak apa-apa, tunggu jadwal chat online bareng nanti ya.

Kamis, 09 Juli 2009

Mengapa Sastra?

Untuk semua teman-teman yang suka menulis dan membaca, catatan singkat ini Zara tulis. Mohon maaf sebelumnya karena aku tidak bisa memberikan endorsement atau pengajaran menulis secara pribadi pada semua. Bahkan kadang mau nengokin note-note tulisan teman-teman di FB / Blog aja kurang waktunya. 

Jangan pernah berhenti membaca, karena buku itu jendela dunia. Ilmu yang bisa kita simpan dan bawa kemana mana. Ilmu yang relatif lebih murah tinimbang biaya sekolah/kuliah . Ilmu yang bisa dibaca kapan kita memerlukannya, tidak seperti keharusan mengikuti jam-jam kuliah. Ilmu yang tekadang praktis to the point sesuai kebutuhan kita.

Jangan pernah berhenti menulis hanya karena putus asa. Atau karena keinginan menerbitkan buku hanya tinggal keinginan melulu (kapan terlaksananya? :):) Tulisan adalah saksi sejarah. Sekecil-kecilnya minimal sejarah hati sang penulis sendiri. Seperti sebuah diary (yang aku sendiri masih nulis berlembar-lembar setiap hari..:) yang bisa kita baca-baca ulang. Yang bisa jadi pembelajaran diri sendiri...nda selalu harus dinikmati banyak orang. 

Tanpa buku dan penulis maka tidak adalah sejarah. Tidak juga agama-agama bisa disebar luaskan..ajaran-ajaran penting lainnya... semua tersebar , menjadi besar dan diingat karena ada budaya tulis menulis. Tulisan adalah saksi jaman. Yang hari ini tidak berarti apa-apa belum tentu tak berguna dikemudian hari.

Penyanyi, politikus, artis dan profesi-profesi lain yang di luar sastra, pada akhirnya membutuhkan sastra untuk mencatat sejarahnya. Mencatat kebesaran dan perjuangannya. Semua memerlukan catatan - tulisan - untuk melestarikan kehidupannya. Jadi jangan pernah berhenti membaca karena dengan membaca terpanggil kita untuk menulis - terbiasa kita dengan jalinan kata yang akan mendatangkan kerinduan untuk terus menulis. Rindu berbuah cinta dan kalau sudah cinta , yang namanya frustrasi, kecewa, putus asa tidak lagi akan terasa. 

Yakin, menulis dan tulisan tak akan pernah sia-sia...


Rabu, 08 Juli 2009

CINTA (nya) MAYA


Novel ini, seperti biasa, adalah hasil perenungan dan perjalanan saya bersama salah satu sahabat saya. Hidup di dunia ini pada dasarnya adalah untuk berinteraksi dengan sesama. Tanpa itu keringlah hidup ini. Karena itu juga saya selalu berusaha menghargai tiap waktu yang saya miliki untuk 'berinteraksi'. Baik dengan yang sudah lama kenal, baru kenal, maupun yang belum kenal(misalnya di facebook). Karena setiap "pertemuan" itu saya yakini pasti ada "maksud" dari-Nya. Kita harus setia menjajaginya semampu kita , sebaik mungkin menyirami bibit-bibit pertemuan yang sudah dihadirkan ke hadapan kita.

Menjawab pertanyaan banyak teman mengenai IDE CERITA Zara, dan permohonan untuk mengangkat cerita hidup mereka ke novel. Setiap penulis punya cara berbeda dalam mendapatkan inspirasinya. Ada yang dari lagu, dari film, dari referensi sejarah, dari keindahan alam bahkan berimajinasi sendiri di alam khayalnya (contoh: Harry Potter) . Zara termasuk di dalam jajaran yang mendapatkan dorongan (bukan inspirasi tapi "urge" kepentingan/dorongan) dari PENGALAMAN PRIBADI Zara sendiri.

Kalau pada akhirnya cerita itu diangkat dari kisah hidup sahabat, itu karena Zara dalam prosesnya IKUT MENJALANI bersama sahabat Zara itu. Ikut merasakan. Ada di dalam momen-momen penting perjalanan hidup sang sahabat. Dengan kata lain, kita begitu akrab sampai seolah-olah Zara merasakan semuanya yg dia rasakan. Tanpa itu semua tidak ada kekuatan "Urge" dari diri ini untuk mencurahkannya dalam kata-kata.

Kalau hati sudah tersentuh, buat saya, itu merupakan pertanda bahwa kejadian tersebut adalah sesuatu yang layak di-share. Kalau hati ini (hati Zara) sudah tersentuh maka besar kemungkinan cerita itu juga akan "menyentuh" hati-hati yang lainnya (dalam hal ini pembaca karena konteks Zara sbagai penulis / memang bisanya hanya nulis thok :):)

CINTA MAYA adalah kisah nyata yang tentunya untuk menghormati berbagai pihak, dikemas dalam jalinan fiksi. Jadi masuk kategori fiksi bukan biografi :):)

Ceritanya begini : Zara sedang asyik-asyik me-recap perjalanan hidup sahabat (katakanlah namanya Maya he..he) tiba-tiba (kebetulan?) Mas Kurniawan Junaedhi kirim email, minta naskah. Aku juga baru tau kalo mas Kur ternyata bergerak di penerbitan karena dulu aku meengagumi beliau sebagai penulis :):) Karena percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang "kebetulan"(semua ada maksud-Nya dan sudah diatur oleh hidup) maka setelah selesai aku serahkan naskah Cinta Maya untuk Kutu Buku Sampurna. Dan ternyata ada kebetulan yang lain (nah ini kan jadi terbukti..bukan kebetulan ya? :):) pada bulan Mei , Zara ada urusan di Jakarta. Jadi akhirnya bisa ketemu, makan-makan dan teken-tekenan surat-surat he..he.. Seolah-olah memang semua sudah diatur sedemikian rupa. Permintaan Zara pada si mas hanya satu : covernya harus dari lukisan mba Marina Joesoef.

Zara sudah lama jadi pengamat dan penyuka lukisan lukisan Marina Joesoef. Entah kenapa seperti ada yang 'connecting' gitu. Seni menjadi media penyambung rasa. Antara Zara dan Mba Marina dan antara Zara dengan pembaca-pembaca / teman-teman Zara. Karena itu untuk mempertebal silaturahmi rasa seni, di CINTA MAYA dipadukan lah dua seni itu. Sastra & Lukisan. Alangkah indahnya sepertinya jiwa nya makin 'dapet' gitu lah kira-kira tuk menghidupkan isi tulisannya.

CINTA MAYA sarat dengan nilai-nilai kehidupan (sejauh akal Zara mampu mengejawantahkannya) akan tetapi tetap dalam gaya bahasa keseharian - bahasa yang Zara pribadi menggunakannya sehari hari gitu lo maksudnya :) Mudah-mudahan pesan tersiratnya bisa tertangkap lebih dalam dari sekedar bahasa tersuratnya. Ini adalah cerita dimana saat kita merasa ingin/akan berbuat baik....tiba-tiba hidup berubah 180 derajat membalikkan itikad baik yang mulia itu menjadi musibah. Padahal kita merasa sudah melakukan apa yang diajarkan kitab-kitab kebaikan. Kenapa hasilnya bisa salah? Berbuat baik bukan mendapat pahala melainkan hukuman.

Seringkali Zara sendiri merasakan hal yang sama walau beda konteksnya. Niat baik tapi hasilnya malah dicaci. Niat kasih nasehat eh yg dikasih nasihat malah marah he..he..(misalnya sama anak sendiri atau suami LOL) Ya kira-kira begitu.

Sahabat Zara (Maya dalam kisah ini) sekarang sudah meninggal dunia. Jadi terima kasih Zara haturkan pada putri beliau yang berurai air mata waktu membaca surat-surat Zara dan almarhum ibunya. Insyallah perjalanan hidup almarhum menjadi asupan bagi kita semua. Agar berserah pada Hidup dan jangan pernah marah pada Hidup yang seringkali membingungkan kita. Pepatah bilang : tak kenal maka tak sayang. Jadi kenalilah HIDUP yang ada di dalam diri kita = Insyallah = akan di tuntut kita olehnya dan akan nurut kita pada Hidup itu sendiri sehingga luput dari 'salah-salah jalan' :):)

Kalo aku ceritain lebih banyak lagi nanti penerbitnya marah hi..hi.. jadi tunggu aja bukunya terbit ya. Seperti biasa kesan-kesan dan foto-foto pembaca dengan BUKU nya aku tunggu tuk diposting di PAGE FACEBOOK KU :

http://www.facebook.com/pages/Zara-Zettira-ZR/31741687299


Selasa, 07 Juli 2009

Testimonial Media









Klik gambar untuk perbesar

Senin, 06 Juli 2009

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA (Bagian 2)

Sekelumit kisah bagian pertama
Putu Ira Sulastri, seorang perempuan Indonesia kelahiran Singaraja dari pulau dewata, yang nyasar ke negeri empat musim ini dengan embel embel klise: ikut suami. Saat sarapan bersama Edo, anak keduanya terbersit keinginan untuk membangunkan Enya (anak pertamanya). Ia dikejutkan oleh Enya yang sudah terbaring kaku, tak bergerak di atas tempat tidurnya.

=================

Desis lirihku mendadak sontak berubah jadi teriakan histeris. Kakiku ingin berlari tapi tak kuasa bergerak sama sekali. Hanya mataku yang terbelalak menatap ke atas tempat tidur, dimana Enya terbaring kaku. Sama sekali tak bergerak. Bahkan ketika kuguncang tubuhnya. Selimutnya tersingkap dan apa yang kulihat sungguh diluar dugaanku. Sungguh membuatku terpaku, tak kuasa berbuat apa-apa selain meneriakkan namanya dengan nelangsa.
 “Enyaaaaa!!!!!”
***
 “Apa yang terjadi?” tanya Evan yang baru tiba di ruang tunggu rumah sakit.
 “Aku ngga tau! Mana aku tau! Darimana aja kamu? Kenapa baru muncul sekarang?” teriakku galau. Perasaan panik, takut, marah dan sedih berkecamuk dalam kepala dan dadaku yang terasa sesak. Saking galaunya, sampai sampai aku tak mampu lagi untuk berdiri. 

Kisah selanjutnya dapat dibaca di link di bawah ini

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA (Bagian 2)


Posted using ShareThis

Sabtu, 04 Juli 2009

Berlomba dapat Novel Kebaya Wungu gratis yuk...!

Halo pembaca…
Dalam rangka terbitnya novel Kebaya Wungu, Zara mau bikin kuis.
Pemenang kuis sebanyak tiga orang masing-masing mendapat novel KEBAYA WUNGU gratis lengkap dengan tanda tangan dari ZARA.

Peraturan lomba :
1. Peserta harus subscribe di blog ini. Caranya klik di join via Google follow atau Networked blog (yang punya account facebook lebih mudah dengan yang ini) yang tersedia di blog.
2. Peserta membaca novel Cerita dalam Keheningan dan menjawab tiga pertanyaan via email (biar gak nyontek hehehe..) dan harus menulis kesan mengenai novel di blog.
3. Semua jawaban diterima sebelum tanggal 15 Agustus, pemenang diumumkan tanggal 17 Agustus.  Dipilih tiga orang yang memberi kesan terbaik.

Pertanyaannya :

Baca novel CERITA DALAM KEHENINGAN

1. Siapa nama pembantu rumah Zaira ?  
2. Apa profesi Zaira? 
3. Dimana Zaira akhirnya menetap?  
Ingat jawaban pertanyaan dikirim ke : kebaya.wungu@yahoo.com lengkap dengan nama.
Kesan novel ditulis di blog (di link posting yang ini aja) dengan mencantumkan nama yang sesuai dengan email yang masuk ya…

Ditunggu sekarang !


ini cover novel Cerita Dalam Keheningan biar gak bingung

Kamis, 02 Juli 2009

PERTEMUAN dengan TUHAN (tawaran menulis untuk teman-teman yang suka menulis)

Teman teman yang penulis atau suka menulis. Again, Zara mau ajak teman-teman untuk menyumbangkan cerita. Tapi kali ini mohon agar teknis penulisannya lebih bener ya :) maksudnya ngikuti standard teknis sebagai berikut:

1. Huruf besar untuk Nama (orang, lokasi, dll )
2. Indent untuk tiap awal dialog/percakapan
3. Tanda dialog dengan " misalnya : "Masa sih?"
4. Indent tiap paragaraf baru (jadi jangan blasssss ra oono alineanya ya..hi.hi)
5. Spasi 1,5
6. Huruf : TIMES NEW ROMANS point 12 
7. Kertas A4 kwarto
8. Minimal 25 halaman - maksimal 35 halaman ketik

Temanya kali ini : PERTEMUAN DENGAN TUHAN

Yang dimaksud di sini adalah saat/momen di mana kita merasakan betul-betul bahwa Tuhan itu ada dan SANGAT DEKAT dengan kita. Kalau aku ditanya kapan berkenalan dengan Tuhan? Jawabannya : Saat aku punya masalah/perkara berat. When I hit rock bottom thats when I found Him and He found me as well. Pada saat senang-senang atau biasa-biasa aja biasanya yang terjadi adalah Kita MENGINGAT Tuhan (misalnya bersukur, berzakat dll) tetapi kalau aku pribadi biasanya saat aku hopeless banget sdah menjerit pasrah nda bisa mikir lagi, saat itu betul-betul terasa KEDATANGAN NYA .

Momen ini yang harus di emphasized . Maksudnya di fokuskan secara detal. Suasananya, magical feeling-nya, perasaan di hati kita because personally I found it very magical almost unreal bahkan untuk menuliskan dengan kata-kata seperti nda bisa. Nda ada kata-kata yang pas tuk melukiskan suasana/ rasa yg aku rasakan.

Tujuannya , seperti biasa, untuk sharing. Karena hidup makin lama akan makin berat, sulit, persaingan makin tinggi, kesenjangan diantara kita sesama manusia juga semakin lebar. Tidak ada jalan lain untuk meringankan semua problem kita (dan juga orang lain) dengan berserah diri pada YME. Pasti ada satu titik dimana kita tidak berdaya dan harustunduk pada takdirNya. Kenyataan ini yang ingiiinnnn sekali Zara ungkapkan again, again and again. Biar nyandek. Biar tertancap dan menjadi bagian dari perilaku kita sehari hari. Cara berpikir kita, Cara menyikapi masalah dan kehidupan. Insyallah dada ini akan terasa lebih lapang. Kalau biasanya problem mengendap sampai mingguan bahkan ada yang sampai tahunan (jadi dendam), insyallah bisa berkurang itu jangka waktu sang problem. Cepet-cepet kadaluwarsa - dengan merubah cara pandang kita itu.

Last but not least, Zara pun ingin mendukung bakat-bakat menulis teman-teman semua. Seperti buku TEMAN MINUM KOPI yang merupakan proyek Zara bersama teman-teman dunia maya 3 tahun lalu... alhamdulilah akhirnya published juga :):) Lon alon asal kelakon. Sing sabar mesti dapat ganjarannya. 

Sekiranya ada yang punya kisah, punya niat tuk sharing, punya waktu tuk menulis dan punya waktu untuk SABAR... boleh dikirim ke Zara (ikutan). Zara akan coba salurkan ke penerbit syukur-syukur bisa menjadi sebuah karya (buku) yang bisa mencapai sebanyak mungkin hati. Juga bisa menggugah lebih banyak lagi yang hobby menulis :) Tapi sebelumnya Zara mohon bener-bener panjang sabar karena Zara melakukannyapun , jujur, sesempetnya. Hi..hi.. Bukan berarti nda serius, tapi berusaha realistis dengan irama kesibukan kehidupan Zara di Canada (dengan suami, 2 anak, 3 anjing, proyek renovasi rumah -yup it's still 70% done - dan pekerjaan sebagai penulis yang tetap lengkap dengan deadline-deadline-nya )

Mudah-mudahan posting ini dibaca juga sama penerbit ya...dan hasil akhirnya akan Zara edit sebelum diserahkan ke penerbit. Mengenai pemilihan naskahnya yang mana yang layak akan Zara serahkan sepenuhnya pada penerbit yang bersangkutan kelak (jadi jangan protes sama Zara he..he.. ) Zara hanya punya ide, berusaha mewujudkannya dan selanjutnya proses itu akan pindah ke tangan penerbit sebagai muara akhirnya. Kira-kira begitu sekilas prosesnya.

Untuk yang sudah siap kirim naskah, silahkan email ke : admin@baliconnections.com.
Jangan lupa di judul /subject email tulis : PERTEMUAN DENGAN TUHAN
Supaya Zara nda kelewatan/kehapus emailnya yaaaa

Tidak ada jangka waktu , namanya juga baru nyoba iseng iseng ya?:):) Nanti kalo sudah terkumpul cukup akan di-posting jika Zara sudah nda terima naskah lagi :)
Penerbit yang berminat dengan proyek buku ini juga silahkan email Zara jadi aku nda perlu keliling nawarkan proyeknya LOL. 



Rabu, 01 Juli 2009

Brambang

Anakku yg kecil (Zsolti - cowok 8 tahun) pulang sekolah jempolnya di band aid (plester). Terus aku mau buka dia nggak kasih, takut sakit. Rupanya jempolnya tu ketusuk sesuatu dan sesuatu itu nyelip dalam kulit ari-arinya. Pastinya sakit banget kan dan harus dikeluarin. Kalo bahasa Inggrisnya itu 'sliver' . Bahasa Indonesianya aku nda tau malahan :) Mungkin 'kebeler' gitu kali ya?

Anyway, aku juga pernah ngalamin (sering). Dan biasanya dulu waktu kecil tu suka digosokin brambang (bawang) . Katanya brambang itu kan panas hawanya, jadi membuka pori-pori kulit (ari) dan memudahkan potongan yg menusuk itu keluar. Ndilalah dulu itu ya di gosokin brambang aja bener sembuh. Jadi aku bilang sama anakku, mau nda digosokin onion?

Jadi ada dua options, pilihan pertama ikut metode tradisional pilihan kedua ya dicabut pake pinset kecil(yg biasa dipake buat nyabutin alis tu lo....) Anakku milih dua-duanya :) Alasannya gini (ni cara berpikir anak 8 tahun he..he ) : kalo digosokin bawang trus ditarik/cabut pake pinset lebih cepet dan maksimal hasilnya karena menggabungkan dua metode. Canggih ya cara mikirnya? :):)

Maka pergilah kami ke supermarket beli bawang sebiji. Di rumah aku potong kecil bawangnya trus tak gosokin di jempolnya. Kira-kira 2 menitan lah. Trus bener, mulai keliatan itu 'ujung' benda yang menusuk & terperangkap di bawah kulit ari nya Zsolti. Artinya permukaan kulis bener memuai/membesar porinya sehingga ujungnya mulai nongol. Very small..nda bisa di raih pake pinset :) Ya terus di gosok lagi pelan-pelan sambil di pijet-pijet gitu biar ujungnya keluar makin panjang he..he...

Akhirnya keluar juga cukup panjang sehingga bisa aku jepit pake pinset dan ditarik keluar TANPA RASA SAKIT (ya karena pori kulit sudah membesar nda menjepit nge-press lagi kan?)

It was an awesome experience...just a small thing... Anakku jadi percaya sama brambang /bawang dan khasiatnya. Besokannya dia cerita sama temen-temen bahkan gurunya. Temen-temen seumurannya takjub dan banyak bertanya-tanya (tertarik) tapi gurunya hanya tersenyum dan mengatakan pengobatan dengan bawang itu 'superstitious' :):) Maksudnya nda percaya gitu lah kira-kira.

Lesson to learn-nya bukan soal bener apa nda Brambang tu bisa ngobatin sliver tapi, betapa bedanya cara berpikir anak anak yg masih polos dengan kita orang dewasa (dalam hal ini sang guru). Anak-anak selalu positif...tidak pernah menutup diri pada hal-hal yang baru. Rasa ingin tahu besar dan selalu terbuka untuk mengetahui hal hal baru. Sementara kita yang sudah dewasa suka berasumsi... secara tidak sadar asumsi suka mebuat kita 'menutup diri' dari kesempatan mempelajari hal hal baru. Karena dulu nda pernah diajarin disekolah maka sekarang tak percaya.

Tapi anakku yang udah ngalamin sendiri tentu aja percaya banget :)
Custom Search

ShareThis