Chat with Zara

Semua tulisan di blog ini adalah milik Zara Zettira ZR, dilarang menggandakan tanpa seizin penulis. Untuk isi iklan dan widget yang digunakan dalam blog bukan merupakan tanggung jawab penulis.
Ketik nama di kolom join chat, kalau jodoh ya bisa ketemu dengan Mbak Zara. Kalau belum ketemu tidak apa-apa, tunggu jadwal chat online bareng nanti ya.

Selasa, 07 Juli 2009

Testimonial Media









Klik gambar untuk perbesar

Senin, 06 Juli 2009

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA (Bagian 2)

Sekelumit kisah bagian pertama
Putu Ira Sulastri, seorang perempuan Indonesia kelahiran Singaraja dari pulau dewata, yang nyasar ke negeri empat musim ini dengan embel embel klise: ikut suami. Saat sarapan bersama Edo, anak keduanya terbersit keinginan untuk membangunkan Enya (anak pertamanya). Ia dikejutkan oleh Enya yang sudah terbaring kaku, tak bergerak di atas tempat tidurnya.

=================

Desis lirihku mendadak sontak berubah jadi teriakan histeris. Kakiku ingin berlari tapi tak kuasa bergerak sama sekali. Hanya mataku yang terbelalak menatap ke atas tempat tidur, dimana Enya terbaring kaku. Sama sekali tak bergerak. Bahkan ketika kuguncang tubuhnya. Selimutnya tersingkap dan apa yang kulihat sungguh diluar dugaanku. Sungguh membuatku terpaku, tak kuasa berbuat apa-apa selain meneriakkan namanya dengan nelangsa.
 “Enyaaaaa!!!!!”
***
 “Apa yang terjadi?” tanya Evan yang baru tiba di ruang tunggu rumah sakit.
 “Aku ngga tau! Mana aku tau! Darimana aja kamu? Kenapa baru muncul sekarang?” teriakku galau. Perasaan panik, takut, marah dan sedih berkecamuk dalam kepala dan dadaku yang terasa sesak. Saking galaunya, sampai sampai aku tak mampu lagi untuk berdiri. 

Kisah selanjutnya dapat dibaca di link di bawah ini

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA (Bagian 2)


Posted using ShareThis

Sabtu, 04 Juli 2009

Berlomba dapat Novel Kebaya Wungu gratis yuk...!

Halo pembaca…
Dalam rangka terbitnya novel Kebaya Wungu, Zara mau bikin kuis.
Pemenang kuis sebanyak tiga orang masing-masing mendapat novel KEBAYA WUNGU gratis lengkap dengan tanda tangan dari ZARA.

Peraturan lomba :
1. Peserta harus subscribe di blog ini. Caranya klik di join via Google follow atau Networked blog (yang punya account facebook lebih mudah dengan yang ini) yang tersedia di blog.
2. Peserta membaca novel Cerita dalam Keheningan dan menjawab tiga pertanyaan via email (biar gak nyontek hehehe..) dan harus menulis kesan mengenai novel di blog.
3. Semua jawaban diterima sebelum tanggal 15 Agustus, pemenang diumumkan tanggal 17 Agustus.  Dipilih tiga orang yang memberi kesan terbaik.

Pertanyaannya :

Baca novel CERITA DALAM KEHENINGAN

1. Siapa nama pembantu rumah Zaira ?  
2. Apa profesi Zaira? 
3. Dimana Zaira akhirnya menetap?  
Ingat jawaban pertanyaan dikirim ke : kebaya.wungu@yahoo.com lengkap dengan nama.
Kesan novel ditulis di blog (di link posting yang ini aja) dengan mencantumkan nama yang sesuai dengan email yang masuk ya…

Ditunggu sekarang !


ini cover novel Cerita Dalam Keheningan biar gak bingung

Kamis, 02 Juli 2009

PERTEMUAN dengan TUHAN (tawaran menulis untuk teman-teman yang suka menulis)

Teman teman yang penulis atau suka menulis. Again, Zara mau ajak teman-teman untuk menyumbangkan cerita. Tapi kali ini mohon agar teknis penulisannya lebih bener ya :) maksudnya ngikuti standard teknis sebagai berikut:

1. Huruf besar untuk Nama (orang, lokasi, dll )
2. Indent untuk tiap awal dialog/percakapan
3. Tanda dialog dengan " misalnya : "Masa sih?"
4. Indent tiap paragaraf baru (jadi jangan blasssss ra oono alineanya ya..hi.hi)
5. Spasi 1,5
6. Huruf : TIMES NEW ROMANS point 12 
7. Kertas A4 kwarto
8. Minimal 25 halaman - maksimal 35 halaman ketik

Temanya kali ini : PERTEMUAN DENGAN TUHAN

Yang dimaksud di sini adalah saat/momen di mana kita merasakan betul-betul bahwa Tuhan itu ada dan SANGAT DEKAT dengan kita. Kalau aku ditanya kapan berkenalan dengan Tuhan? Jawabannya : Saat aku punya masalah/perkara berat. When I hit rock bottom thats when I found Him and He found me as well. Pada saat senang-senang atau biasa-biasa aja biasanya yang terjadi adalah Kita MENGINGAT Tuhan (misalnya bersukur, berzakat dll) tetapi kalau aku pribadi biasanya saat aku hopeless banget sdah menjerit pasrah nda bisa mikir lagi, saat itu betul-betul terasa KEDATANGAN NYA .

Momen ini yang harus di emphasized . Maksudnya di fokuskan secara detal. Suasananya, magical feeling-nya, perasaan di hati kita because personally I found it very magical almost unreal bahkan untuk menuliskan dengan kata-kata seperti nda bisa. Nda ada kata-kata yang pas tuk melukiskan suasana/ rasa yg aku rasakan.

Tujuannya , seperti biasa, untuk sharing. Karena hidup makin lama akan makin berat, sulit, persaingan makin tinggi, kesenjangan diantara kita sesama manusia juga semakin lebar. Tidak ada jalan lain untuk meringankan semua problem kita (dan juga orang lain) dengan berserah diri pada YME. Pasti ada satu titik dimana kita tidak berdaya dan harustunduk pada takdirNya. Kenyataan ini yang ingiiinnnn sekali Zara ungkapkan again, again and again. Biar nyandek. Biar tertancap dan menjadi bagian dari perilaku kita sehari hari. Cara berpikir kita, Cara menyikapi masalah dan kehidupan. Insyallah dada ini akan terasa lebih lapang. Kalau biasanya problem mengendap sampai mingguan bahkan ada yang sampai tahunan (jadi dendam), insyallah bisa berkurang itu jangka waktu sang problem. Cepet-cepet kadaluwarsa - dengan merubah cara pandang kita itu.

Last but not least, Zara pun ingin mendukung bakat-bakat menulis teman-teman semua. Seperti buku TEMAN MINUM KOPI yang merupakan proyek Zara bersama teman-teman dunia maya 3 tahun lalu... alhamdulilah akhirnya published juga :):) Lon alon asal kelakon. Sing sabar mesti dapat ganjarannya. 

Sekiranya ada yang punya kisah, punya niat tuk sharing, punya waktu tuk menulis dan punya waktu untuk SABAR... boleh dikirim ke Zara (ikutan). Zara akan coba salurkan ke penerbit syukur-syukur bisa menjadi sebuah karya (buku) yang bisa mencapai sebanyak mungkin hati. Juga bisa menggugah lebih banyak lagi yang hobby menulis :) Tapi sebelumnya Zara mohon bener-bener panjang sabar karena Zara melakukannyapun , jujur, sesempetnya. Hi..hi.. Bukan berarti nda serius, tapi berusaha realistis dengan irama kesibukan kehidupan Zara di Canada (dengan suami, 2 anak, 3 anjing, proyek renovasi rumah -yup it's still 70% done - dan pekerjaan sebagai penulis yang tetap lengkap dengan deadline-deadline-nya )

Mudah-mudahan posting ini dibaca juga sama penerbit ya...dan hasil akhirnya akan Zara edit sebelum diserahkan ke penerbit. Mengenai pemilihan naskahnya yang mana yang layak akan Zara serahkan sepenuhnya pada penerbit yang bersangkutan kelak (jadi jangan protes sama Zara he..he.. ) Zara hanya punya ide, berusaha mewujudkannya dan selanjutnya proses itu akan pindah ke tangan penerbit sebagai muara akhirnya. Kira-kira begitu sekilas prosesnya.

Untuk yang sudah siap kirim naskah, silahkan email ke : admin@baliconnections.com.
Jangan lupa di judul /subject email tulis : PERTEMUAN DENGAN TUHAN
Supaya Zara nda kelewatan/kehapus emailnya yaaaa

Tidak ada jangka waktu , namanya juga baru nyoba iseng iseng ya?:):) Nanti kalo sudah terkumpul cukup akan di-posting jika Zara sudah nda terima naskah lagi :)
Penerbit yang berminat dengan proyek buku ini juga silahkan email Zara jadi aku nda perlu keliling nawarkan proyeknya LOL. 



Rabu, 01 Juli 2009

Brambang

Anakku yg kecil (Zsolti - cowok 8 tahun) pulang sekolah jempolnya di band aid (plester). Terus aku mau buka dia nggak kasih, takut sakit. Rupanya jempolnya tu ketusuk sesuatu dan sesuatu itu nyelip dalam kulit ari-arinya. Pastinya sakit banget kan dan harus dikeluarin. Kalo bahasa Inggrisnya itu 'sliver' . Bahasa Indonesianya aku nda tau malahan :) Mungkin 'kebeler' gitu kali ya?

Anyway, aku juga pernah ngalamin (sering). Dan biasanya dulu waktu kecil tu suka digosokin brambang (bawang) . Katanya brambang itu kan panas hawanya, jadi membuka pori-pori kulit (ari) dan memudahkan potongan yg menusuk itu keluar. Ndilalah dulu itu ya di gosokin brambang aja bener sembuh. Jadi aku bilang sama anakku, mau nda digosokin onion?

Jadi ada dua options, pilihan pertama ikut metode tradisional pilihan kedua ya dicabut pake pinset kecil(yg biasa dipake buat nyabutin alis tu lo....) Anakku milih dua-duanya :) Alasannya gini (ni cara berpikir anak 8 tahun he..he ) : kalo digosokin bawang trus ditarik/cabut pake pinset lebih cepet dan maksimal hasilnya karena menggabungkan dua metode. Canggih ya cara mikirnya? :):)

Maka pergilah kami ke supermarket beli bawang sebiji. Di rumah aku potong kecil bawangnya trus tak gosokin di jempolnya. Kira-kira 2 menitan lah. Trus bener, mulai keliatan itu 'ujung' benda yang menusuk & terperangkap di bawah kulit ari nya Zsolti. Artinya permukaan kulis bener memuai/membesar porinya sehingga ujungnya mulai nongol. Very small..nda bisa di raih pake pinset :) Ya terus di gosok lagi pelan-pelan sambil di pijet-pijet gitu biar ujungnya keluar makin panjang he..he...

Akhirnya keluar juga cukup panjang sehingga bisa aku jepit pake pinset dan ditarik keluar TANPA RASA SAKIT (ya karena pori kulit sudah membesar nda menjepit nge-press lagi kan?)

It was an awesome experience...just a small thing... Anakku jadi percaya sama brambang /bawang dan khasiatnya. Besokannya dia cerita sama temen-temen bahkan gurunya. Temen-temen seumurannya takjub dan banyak bertanya-tanya (tertarik) tapi gurunya hanya tersenyum dan mengatakan pengobatan dengan bawang itu 'superstitious' :):) Maksudnya nda percaya gitu lah kira-kira.

Lesson to learn-nya bukan soal bener apa nda Brambang tu bisa ngobatin sliver tapi, betapa bedanya cara berpikir anak anak yg masih polos dengan kita orang dewasa (dalam hal ini sang guru). Anak-anak selalu positif...tidak pernah menutup diri pada hal-hal yang baru. Rasa ingin tahu besar dan selalu terbuka untuk mengetahui hal hal baru. Sementara kita yang sudah dewasa suka berasumsi... secara tidak sadar asumsi suka mebuat kita 'menutup diri' dari kesempatan mempelajari hal hal baru. Karena dulu nda pernah diajarin disekolah maka sekarang tak percaya.

Tapi anakku yang udah ngalamin sendiri tentu aja percaya banget :)

Senin, 29 Juni 2009

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA

Waktu baru menunjukkan pukul setengah enam pagi, namun matahari di musim panas sudah tak sabar ingin mengintip keluar dari peraduannya. Membangunkan setiap insan di belahan utara benua Amerika ini untuk segera memulai hari barunya. Termasuk aku, Putu Ira Sulastri. Perempuan Indonesia kelahiran Singaraja dari pulau dewata, yang nyasar ke negeri empat musim ini dengan embel embel klise: ikut suami.

Musim panas bukan masalah buat diriku, yang terbiasa bercanda dengan matahari pantai nan terik. Tapi musim-musim lainnya sering terasa terlalu dingin dan brutal untuk tubuh ukuran wanita asia yang minim lemak ini. Tulang kecil, begitu kata almarhum nenekku Ni Ketut. Gampang masuk angin, rentan pada suhu dingin. Musim semi, musim gugur dan terutama musim salju yang kulewati selama lebih dari 86 purnama di Kanada, terasa telah mengikis hampir habis persediaan energiku. 
klik link di bawah untuk melanjutkan kisahnya.

4 MUSIM, 86 PURNAMA, 1 CINTA


Posted using ShareThis

Novel Kebaya Wungu


Sekilas dari Zara
Novel Kebaya Wungu lahir inspirasinya dari nama dan watak karakter Ratu Ayu Kencana Wungu yang menurut diyakini sebagai pelopor emansipasi wanita pada jamannya karena beliau memimpin kerajaan sebesar Majapahit . 

Akan tetapi novel Kebaya Wungu ini sama sekali bukan novel sejarah. Hanya terinsiprasi oleh tokoh sejarah Ratu Ayu Kencana Wungu yang memberikan kesan mendalam dihati Zara. Beliau sebagai perempuan pemberani (termasuk berani memberontak dari norma-norma pada masa nya demi kebenaran keadilan dan kesetiaan pengabdian) . Berani menjadi dirinya sendiri. Berani berkorban untuk orang banyak dan berpegang teguh pada cinta sejati walau harus berjuang keras. Khusus soal perjuangan beliau mendapatkan cinta sejati bisa dilihat dari kisah Minak Jinggo 

Novel ini bercerita tentang fakta dan realita. Bahwasannya nilai-nilai norma masyarakat sudah dan akan terus berubah dari jaman kejaman. Hal yang dulu salah bisa berubah jadi benar. Yang dulu dianggap memalukan sekarang dianggap sudah biasa. Yang dulu tabu sekarang wajar atau malah jadi trend. Semua perubahan norma ini ikut mewarnai perjalanan hidup karakter tokoh wanita "Zainab" di novel ini. Perempuan yang biasa dipanggil "Janna" untuk mengimbangi kemajuan jaman. Nama Zainab yang sebetulnya bagus maknanya dianggap terlalu kuno ditelinga orang moderen. Bahkan kurang komersil dan agak 'ndeso' alias kampungan. Bukan cuma soal nama, Zainab juga terjebak dalam putaran lingkaran tuntutan jaman. Terbelenggu dalam dilemma antara bahagia nyata dan bahagia maya.

Apakah kebahagiaan kita datang saat kita membahagiakan orang lain? Atau bahagia sejati itu hanya milik kita sendiri dan karenanya tidak perlu memikirkan pandangan orang lain? Apakah pilihan kita yang berbeda dengan pilihan kebanyakan orang, artinya kita itu salah? Bahwa benar dan salah itu relatif sifatnya tergantung pada kultur budaya masyarakat yang bersangkutan. Namun tetap ada kebenaran yang hakiki dan sejati yang tidak tergantung pada apapun karena setiap kita telah dilahirkan dengan pengetahuan akan KEBENARAN SEJATI itu. Hanya saja banyak diantara kita yang melupakannya, tidak mau mengakui atau terlalu sibuk untuk memikirkan Kebenaran Sejati.

Biarkan hidup menuntun kita bukan sebaliknya kita ngoyo berusaha menguasai hidup kita. Novel ini memberikan pesan bahwa "anything can happen". Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini, karena demikianlah dimata Allah sang pencipta kehidupan. Makanya wajar kalau kita sering kaget-kaget dan tidak memahami kehidupan ini. Lantaran kita menghadapinya dengan nalar otak akal pikiran manusia yang terbatas. Sesuatu yang terbatas tidak akan mampu memahami sesuatu yang tak terhingga. 

Pepatah bilang, dalamnya hati itu elebih dalam dari dalamnya samudera. Dengan kata lain, hati itu abstrak karena berbentuk rasa akan tetapi tak terbatas seperti pikiran. Apa yang bagi akal kita tidak mungkin, dimungkinkan oleh hati kita. Dan karena semua itu jangan pernah kita menutup pintu untuk APAPUN, sebab apa yang telah di berikan hidup pada kita adalah bagian dari takdir yang mau tak mau harus kita jalani dan lalui untuk sampai pada tahap kehidupan berikutnya. Pahit manis itu kembangnya kehidupan dan sementara sifatnya. Melangkah terus, hadapi dengan tabah sabar dan yakin kalau di dunia ini tidak ada yang tetap. Semua akan berubah dan berlalu selama dunia ini masih berputar.

Terimakasih pada sahabat-sahabat yang telah berpartisipasi dalam menyempurnakan kehadiran karya Zara ini. Adinda Maharaniku Miranti Serad dan Wisnu Wardhana (fotografer cover) serta semuanya di Synergy Publishing serta yang terutama, suami dan anak-anakku tercinta. Zsolt, Alaya dan Zsoltika. Karya ini merupakan terimakasihku pada sang Pencipta yang telah memberikan anugerah berupa talenta untuk bercerita pada Zara. Insyallah, tulisan Zara bisa menyentuh hati-hati pembaca semua dan membisikkan sedikit angin kedamaian di tengah hidup yang semakin sarat oleh keputus asaan dan ketidak pastian.

Semua pasti berlalu. Tidak ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki apalagi yang tidak terampuni oleh Dia yang Maha Pengasih dan maha Penyayang. Dan karena Dia juga Maha Kuasa maka jangan pernah putus asa karena dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin. Bismillahirohmanirhoim. 

Namaste,
Zara Zettira ZR


Custom Search

ShareThis